
Ayahnya meninggalkannya sejak lahir..
Ibunya pergi bekerja memulung sampah mencari nafkah.
Mereka orang miskin.
Digubuk reot, di atas dipan tanpa kasur dia terbaring tertidur, sendirian.
Hanya ditemani botol susu dan boneka beruang dipelukannya.
Pengganti hangat dekapan Ibunya.
Sesekali mimpi buruk membangunkannya.
Dia menangis keras, ditatapnya boneka beruangnya.
Teringat bisikan Ibunya agar jangan nakal, menangis.
Didekap erat boneka beruangnya berusaha kembali tertidur berharap ketika bangun tangan Ibunyalah yang memeluknya, nanti.
Diujung sana si Ibu bekerja sambil menangis teringat anaknya sendirian di rumah.
Batinnya berkata " ini semua demi kita anakku tersayang, suatu saat kau akan mengerti".
Air matanya jatuh menetes membasahi uang receh yang di genggamannya.
Sebuah senyum terukir dibibir kecilnya.
Kali ini dia bermimpi bermain bersama Ayahnya.
Di surga Ayahnya tersenyum bahagia melihatnya tertidur..
No comments:
Post a Comment